Hidup selalu mendesak kita untuk mempertahankan dan terus berusaha mencari, serta tak pernah letih mengajarkan kita untuk melepas. Setiap kisah memberikan celah dimana kita bisa tumbuh diantara keduanya. Kebahagiaan, dan kesedihan.
Belajarlah menghargai waktu. Sadar nggak sih? Semakin kita
beranjak dewasa, semakin sempit pula kesempatan kita buat jalan-jalan? Seolah-olah
kata-kata itu di khususkan buat anak-anak dan remaja yang sukanya having fun doang. Padahal, setiap
manusia sebenernya butuh jalan-jalan, cuci mata, atau apapun itu namanya. Jalan-jalan
adalah obat mujarab Para jenuhfighter.
Para mahasiswa yang sering terjebak galau, terjebak laporan, dan terjebak di
laboratorium sama sejenis bakteri dan perkembangbiakannya.
Pada dasarnya, kalau bicara soal jalan jalan, dan dari mana
anak kuliah punya duit buat jalan-jalan, jawabannya adalah dari pemasukan. Abisnya
dari mana lagi coba? NAH, selama ini sebagai mahasiswa kita nggak punya
pemasukan lain dari luar kecuali dari orang tua. Dan namanya pun bukan
pemasukan, namanya uang hidup. Tapi yang dinamakan pemasukan disini adalah,
keuntungan a.k.a sisa dari pengeluaran. Formulanya tentu saja, pengeluaran <
pemasukan. Hasilnya adalah keuntungan. So, kalo mau jalan-jalan, refreshing,
dan bertualang, usahakan pemasukan lebih besar, dan kita juga harus menekan
pengeluaran kita agar bisa nabung. Karena nggak mungkin kan, sekalinya ketemu
orang tua, bilang “Ma, pa, besok aku mau jalan-jalan ke hongkong abis UTS,
minta uang tiga juta dong!” aku jamin, bakalan di kurung di kamar mandi tiga hari tiga
malem kalo kamu bilang gitu ke orang tua kamu. Kecuali kalo orang tua kamu
punya pohon uang yang panen sehari sekali.
<!--[if gte mso 9]>Normal0
1.Pilih kuliah di luar kota! Pilihlah kota yang jauh dari orang tua tinggal. Minimal di
kota yang berbeda dengan tempat tinggal orang tua kita. Ya. Dengan begitu, kita
akan lepas dari jangkauan orang tua. Sedih? Galau? Gundah karena jauh sama mama
papa? Ambil dong hikmahnya. Contoh
konkret hikmahnya, kita jadi lebih mandiri, lebih bebas meskipun harus tetap
bertanggung jawab, selain itu kita pasti dapet uang pulsa, karena pasti orang
tua pengen dapet kabar terus dari anaknya? Beda
kalau kampus kita Cuma beberapa meter doang dari rumah. Not good. Di jamin deh, uang buat beli permen aja seret banget
keluarnya. Tapi inget, jangan sering mengeluh, manja, bikin khawatir,
atau hal semacam itu. Cuma sakit diare, masa telpon orang tua sambil ngap-ngap
an kayak orang sakarotul maut, jangaaan dong ah. Percayalah kalo kasusnya kayak
gitu, orang tua makin nggak percaya kita bisa ngurus diri di perantauan. Dan nggak
akan ada uang terbang dari dompet ortu buat jalan-jalan ke batu malang. Ngurus diri
aja nggak becus? Masa mau bepergian jauh-jauh?
2.Pilih Universitas di pulau jawa Kecuali kota-kota besar
atau ibukota. Kenapa? Karena biaya hidup di tempat seperti itu akan sangat mahaaal. Contoh nih, biaya kosan di bandung bisa nyampe 800rb per
bulan, bandingin sama di purwokerto yang Cuma 200-250 per bulan. Belom lagi
biaya makan, biaya listrik, air, biaya loundry, biaya fotocopi diktat praktikum?
Aaaaakhh.. Seandainya kita kuliah di kota-kota besar, akan kecil sekali kemungkinan
kita bisa nabung, kecuali kalo per bulan dapet lima juta dari orang tua. Sebisa mungkin kita nyari kosan yang murah tapi nyaman, kalo
bisa, ada ibu kosan yang nggak pelit ngasi jajan, ada air galon di ruang tengah
yang siap mengucur kapanpun saat kita haus tanpa bayar, dan memilih universitas
negeri yang biaya spp nya murah. Jangan lupa nyari beasiswa
sebanyak-banyaknyaa. Gampang kok. Prakteknya doang yang susah, hahahaha.
3.Nyari kerja sampingan That u know? Bisa apa aja asalkan halal. Kerja sambilan
bukan berarti kerja paruh waktu nyopet barang2 di terminal, atau ngegadein
barang-barang temen kosan, kalee. Lakuin aja hal yang biasa dilakukan banyak
mahasiswa dan anak muda. Kerja part time di swalayan2, jadi fotografer buku
tahunan anak sma, ngajar les bahasa inggris, terima jasa design baju atau jaket
angkatan, latihan jualan barang entah via online atau face to face. Remember, jangan dulu
lihat dari duit hasil kerja sampingan kita.
Tapi lihat dari pengalaman yang kita dapet, urusan duit taruhlah nomor tiga,
yang pertama jadiin pengalaman, karena pengalaman adalah guru nomor satu,
kemudian yang kedua memperluas jaringan, karena dengan terjun sebagai pekerja,
kita akan punya banyak kenalan, atau relasi, dan komunitas bahkan bisa juga
dapet calon suami. Baru deh. Yang terakhir kita dapet duit tambahan buat di
tabung.
4.Berani hargai karyamu sendiri. Nah, kalo kamu punya keahlian yang temen-temenmu nggak
punya, seperti bikin web design, benerin atap genteng, nambal pipa bocor, atau
apapun itu, jangan ragu buat minta bayaran sama temen kamu sendiri. Gratis sekali dua kali si nggak masalah, tapi kalo si temen
minta gratis terus? Ehm, gebukin aja nyampe bonyok! Enak banget dong hidupnya? Nggak
modal banget. Sekecil apapun itu,
belajar menjadi profesional itu penting. Di dunia ini, nggak mungkin kan kita
minta tolong terus? Kalo temen kamu nggak punya duit, minimal barter dengan
hal lain. Namanya juga mahasiswa, uang sekolah masih dibayarin, uang kosan juga
di bayarin, nongkrong di angkringan pun kadang masih minta dibayarin temen
karib, bener-bener mahasiswa. Tapi, tapi tapi.. kayanya jangan terlalu berharap lebih
ketika kita memutuskan berbisnis dengan mahasiswa. Karena nggak mungkin kita
materialistik atau memaksakan tarif di kalangan mahasiswa. Terutama karena yang
namanya mahasiswa itu miskin.
5.Pangkas pengeluaran Ngopi sambil ngobrol ngalor-ngidul di kafe, Pergi ke salon buat
creambath atau manicure ber jam-jam, belanja tas, sepatu, baju, nonton bioskop,
dan lain-lain. Semua itu merupakan pengeluaran yang kurang penting jika kita
masih berstatus mahasiswa. Tepatnya, pengeluaran yang harus di pangkas dan di
tekan kuat-kuat.
Oke, sekali-sekali sih nggak masalah, tapi biasanya hal kayak
gitu jadi kebiasaan, lagipula, kita nggak bakal di sorakin satu kampus gara-gara
nggak belanja tas kan? Lagipula, bioskopnya nggak mungkin bangkrut hanya karena
kita jarang nonton kan? Lagipula, kalo
kita nongkrong di kafe, belum tentu kan kita
bisa ketabrak cowo ganteng terus di ajak jadian kayak di FTV? Nggak segitunya
kan? Nah, kenapa nggak dikurangi aja sih kebiasaan yang seperti itu? Kalo biasanya
ke salon sebulan dua kali seharga 70-100 rb, kita sebulan sekali aja ke salon
nya, lumayan lho, 35-50 rb kali setahun aja udah 400-600 rb lebih. Kalo biasanya
di kafe pesen mocacino latte seharga
6-12 ribu, mulai sekarang cukuplah kita nyeduh kopi sachet seharga seribuan? Toh rasanya hampir sama. Kopi tetaplah
kopi. Kalopun beda juga mungkin karena kebawa suasana kafe. Yang lain? Sama kan?
Ngirit itu tantangan..
6.Nabung yang rajin. Inget yah, jangan sampai kita ngintip-ngintip uang tabungan
kita di celengan gara-gara laper
mata. Uang tabungan adalah hak masa
depan, bukan hak masa sekarang, jadi sebisa mungkin, kita nggak ngotak-atik
tabungan kita. Catat pengeluaran dan pemasukan, dengan demikian kita tau
seberapa besar pengeluaran bulan ini, dan jangan sampai bulan depan pengeluaran
kita lebih membengkak dari bulan sebelumnya. DAN, Jangan bawa kartu ATM atau kartu kredit kemana-mana. Apalagi
di kantong celana atau dompet. Karena kita akan cenderung ngerasa aman, dan
gampang mengambilnya kapan saja saat kita tergoda barang bagus. Sebisa mungkin
hindari jalan-jalan ke tempat yang membutuhkan uang banyak. Kalo biasanya karokean
seharga 78rb per jam, mendingan Maen aja ke taman kota, atau ke gor kampus, yang
Cuma menelan biaya parkir sama jagung bakar. Toh, nyanyi di kamar mandi atau
nyanyi di tempat karoke sama aja kan? Suara kita gitu-gitu doang, alias nggak
berubah? Lebih ngirit lagi, ngendon di kosan sambil nonton film di laptop. Hahahah
7.Mengatur waktu
Sepertinya semua mahasiswa di dunia ini punya nasib sama. Yakni
jadwal mata kuliah yang padat seminggu penuh. Nyampe mau nafas aja susah, bayangin ya! pagi kuliah, siang nggarap
berita, sore praktikum, malem bikin laporan. Tidur aja nyampe nggak nyenyak lho gara-gara kepikiran
laporan yang numpuk. Ya, yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan waktu
semaksimal mungkin. Nggak melakukan apapun justru akan lebih buruk. Sesibuk apapun
kita, luangkan lah waktu untuk ngobrol sama temen-temen, berorganisasi, dan
waktu untuk jalan-jalan.
8.Rencanakan perjalanan
Percaya nggak? Liburan terbanyak
seumur hidup kita adalah waktu kuliah. Banyangin
kalo kita udah kerja, emang si punya banyak duit, tapi nyari waktu buat cuti pasti
susaaaahh bangett. Bener-bener susah banget. Sekalinya cuti, lantai kamar
mendadak kotor, jemuran mendadak minta di setrika, ruang tamu mendadak
bersarang laba-laba. Nasib deh kita libur kerja tapi malah beres-beres rumah. Mulai sekarang, rencanakan perjalananmu. Nggak harus ke
menara eifel, atau sungai nil di afrika sana. Kita kan masih mahasiswa? Nggak harus
nginep di hotel bintang lima, karena uang yang kita kumpulin selama ini bakalan
abis buat hotel doang. Indonesia juga patut di kunjungi. Kalo bisa, pastiin punya
kenalan yang kira-kira mampu menanggung makan kita selama liburan. Nggak masalah
lah misal kita ngikut temen yang lagi mudik ke kampung nya di wonosobo, trus jalan-jalan
ke dieng sambil silaturahmi ke orang tua temenmu? [Baca: numpang makan sama
tidur disana]. Nggak masalah kan, maen ke tempat mantan induk semang sewaktu
KKN, nginep beberapa hari, sambil rencanain nyebrang ke pulau nusa kambangan? Setuju?
Jalan-jalan tu nggak harus mahal.
1.Bahagia
itu, BUKAN ketika kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan, hanya cukup ikhlas
dan mensyukuri apa yang sudah kamu dapatkan. Menyayangi hal terindah yang kamu
miliki dengan tulus. Maka bahagiamu akan terasa sempurna. Hal yang paling
membuatku bahagia adalah di dengarkan. Setidaknya perasaanku masih
tersampaikan. Meski belum tentu terbalas.
2.Bahagia
itu, ketika kita ketemu artis favorite kita. Sejauh ini, aku lebih suka artis
laki-laki daripada artis cewek. Dan terkadang, aku suka artis yang perannya
kurang disukai banyak orang. Menurutku, jika dia mampu membuat orang lain benci
terhadapnya, maka bukan hal sulit membuat orang lain mencintainya. I LOVE U TOM
FELTON! Hahhaa..
3.Bahagia
itu, ketika dapet buku yang kita impikan. Terutama buku karangan diri sendiri.
Kadang aku bermimpi, buku-buku hasil ngelemburku tiap malem, dipajang di
etalase toko. Kapan yaa? Mungkin kalo sifat sombongku udah agak ilang kali, ya?
4.Bahagia
itu, jika aku punya boneka kura-kura warna ijo yang gedhe banget. Dan lembut di
tangan *berasa rinso. Pasti enak tu buat dipeluk.
5.Bahagia
itu, ketika kita punya pacar yang nggak punya alasan buat melepaskan kita, dan
selalu mencari alasan untuk tetep mempertahankan kita. Meskipun kita hampir
jatuh ke jurang, ke sungai, atau ke manapun, pasti akan
lebih seneng jika dia tetap sekuat tenaga mempertahankan kita agar tidak
terlepas dari tangannya.Ya nggak?
6.Bahagia
itu, ketika kita nggak ngeliat nilai C/D/E di hasil study kita di akhir
semester. Selalu berharap nilai nilai mengenaskan itu dijauhkan dari hidup
kita. Amin!
7.Bahagia itu tanpa syarat. Daftar jadi artis tanpa syarat. Daftar sekolah
tanpa syarat. Daftar jadi penghuni hati kamu tanpa syarat juga akan lebih
menyenangkan. Hehe
8.Bahagia itu, setelah kita makan sepuasnya makanan favorit kita dan
tiba-tiba ada yang nawarin bayar. Rasanya pasti legaaaa banget, karena sebagai
mahasiswa, bayar makan adalah salah satu hal tidak menyenangkan setelah selesai
makan.
9.Bahagia itu sederhana. Dan bahagia itu pilihan. Banyak diantara kita
menangisi kebahagiaan yang kita punya. Padahal seharusnya hal itu kita
syukuri.Bahagia itu, ketika kita punya
temen yang ada saat kita sakit, sesak, senang, dan sedih. Saat kita punya teman
yang menyalahkan jika kita salah. Dan membenarkan jika kita memang benar.
10.Bahagia itu kamu. Dan semuanya terasa lengkap. Kamu, ayah yang kini menua
seiring aku bertambah dewasa. Kamu, Ibu yang selalu teduh saat menatapku. Kamu,
eyang yang selalu membuatku tertawa. Kamu, adik perempuan yang seperti saudara
kembar. Kamu, adik laki-laki yang membuatku kesal hampir setiap kita bertemu.
Bahagia itu kamu. Kamu, yang membuatku merasa istimewa. Ya, Kamu, saja.
11.Bahagia itu, bersih dari sehalus apapun rasa benci. Cobalah. Hapus semua
rasa benci kita terhadap sesuatu. Sekecil apapun benci itu. Hilangkan.
12.Bahagia itu, jika kamu mampu menyempurnakan apa yang tak sempurna. Seberapa
sering kita tersenyum dengan tulus dalam satu hari, seperti itulah bahagia
kita.
13.Bahagia itui ikhlas. Ketika Ikhlas telah kita dapatkan, ternyata melepas da
merelakan sesuatu adalah hal yang sangat indah dan menyenangkan. Ikhlas menjalani
hidup, ikhlas mencintai apa yang selama ini kita punya. Bahagia itu, ikhlas,
itu saja. Bisa aja, Tuhan mempertemukan kamu dengan nya bukan merupakan jawaban
atas doamu selama ini. Tetapi karena Tuhan ingin kamu belajar ikhlas darinya.
Everybody wants happiness, nobody
wants pain..
But, you can’t have a rainbow,
without a little rain..
Semua cewe pasti tahu deh rasa serba salah yang suka muncul saat nggak sengaja berteu mantan pacar. Sama! Aku juga gitu, sejauh ini, aku punya 3 mantan dalam 3 periode yang berbeda. Satu, waktu jaman SMP! Beneran masih norak, dan cupu banget. Tapi nggak tau juga kan gimana reaksi kita kalo tiba tiba ketemu dia di suatu event? Apalagi kalo kita udah nggak ketemu dia bertahun-tahun, ngegandeng pacarnya yang baru? Atau tunangan nya yang baru? YA, nggak apa-apa sih, tapi kan pengennya dia masih inget sedikit tentang kita. Ya, kan?
Mantan pacar yang kedua, itu waktu SMA. Malahan pacarannya lumayan lama, sekita dua tahun lebih. Jujur kalo ketemu dia pasti masih ada rasa #nyeh kan di dada kita? Trus mantan sewaktu kuliah, ini nih yang lebih bahaya! Terkadang pacaran di jaman kuliah tuh udah ngebicarain hal hal yang menuju ke tahap serius, kan? Nah lo.. kalo putus? Rasanya pasti ngeness banget. Apalagi kalo ngeliat dia sama pacar barunya, sementara kita? Masih jomblo. Nggak ada cara lain, kita harus bersabar! Hahaha, abisnya mau gimana lagi? Believe it, Tuhan pasti memberikan sesuatu pada saatnya, mungkin aja belum saatnya kita dapet, kan??? Be positive thinking girl..
So, how to handle awkward moment when facing the ex? Here the answer!
·Decide how to handle it
Pikirin dulu scenario yang akan terjadi saat tiba-tiba nggak sengaja ketemu si mantan pacar. An then, do it! Kalo memang kita belum siap untuk bertemu, dan memutuskan untuk menghindarinya, so be it! Just leave before he notice we’re there. Karena semakin kita memaksa untuk tinggal, suasananya malah makin awkward!
·Be Gorgeous!
Kalo misalnya kita udah tahu mau ketemu sama dia, misalnya di acara reuni SMA, atau SMP, kita kudu wajib tampil keren! Hehehe, bukan berarti berlebihan juga, ya. Minimal tunjukin ke mantan kalo putus dari dia nggak bikin kamu berantakan dan bikin low fashion! Kalo ketemu nya secara nggak sengaja? Well, confidence is our armor in handling this awkward moment!
·Don’t Avoid Him
Kalo si mantan berada di friends circle yang sama dengan kita, kemungkinan nggak sengaja ketemu sama dia tuh lebih gedhe. Sama sekali cuek dan nggak ngucapin sepatah kata pun malah bikin suasana makin awkward lho! Apalagi kalo terlihat berusaha bersembunyi dan mencoba pergi tanpa ketahuan! It’s not worth how silly we’ll look if we’re caught doing that!
·Make first move!
Dari pada menghindarinya, lebih baik langsung deh kita hampiri dan sapa si mantan dengan ramah. It will make us look strong and confidence! Bagaimana caranya supaya nggak ketahuan gugup saat ketemu sama dia? jangan jangan malah kita grogi? Narik narik baju, maenan rambut atau jilbab? Gesek gesek sepatu di lantai? Oh No! is too bad! Just Give the nicest smile to him. Say hello, ask him ho he’s doing dan, move on… hihi
·Keep it light
Jadi, udah cukup berani kan nyamperin si mantan? Dan nanyain kabarnya dia? Siapa tau dia lagi patah hati? Kan kita bisa ngasi ucapan selamat! Haha. Jangan donk! What should we do next? Keep the conversation light. Tanya kabar dan aktivitasnya sekarang. Jaga pembicaraan supaya pembicaraan kita nggak menyinggung masa lalu, ya. Soalnya pasti bakalan membuka luka lama dan membuat salah satu pihak makin sakit hati.
·Don’t Expect Too Much.
Ternyata, obrolan sama si mantan nyambung. Kalo ketemu sama dia lagi, mungkin bikin kita pengen balikan lagi sama dia. apalagi kalo posisinya dia saat itu jomblo? Kalo itu wajar aja kok, apalagi kalo putusnya hubungan kita baik baik. Tapi inget deh, percuma aja ngarepin dia kalo belom ada tanda tanda dia mau balikan lagi?
·It’s Not a Contest
Saat kita lagi nge-date sama pacar, trus nggak sengaja berpapasan sama mantan. Baik dia lagi sendiri ataupun lagi mesra sama pacar barunya, nggak perlu pamer kelebihan pacar kita yang sekarang deh kayaknya. Sekuat apapun godaan yang muncul untuk membuatnya menyesal udah mutusin kita, don’t do it! This not a contest, girl. Menunjukkan siapa yang lebih bahagia atau punya kehidupan yang lebih baik pasca putus itu sama sekali nggak penting! Apalagi nunjukin kalo kita lemah tanpa dia! jangan deh jangaaan! Cukup kita sendiri yang tahu seberapa bahagia diri kita setelah move on darinya.
·It Takes Time
Kalo kita masih ngerasa awkward pas ketemu sama si mantan, it’s okay. Bersikap biasa aja saat ketemu dan memang perlu waktu atau proses. Yang penting, kita mau berusaha dan nggak membiarkan peasaan ini berlarut-larut. Don’t worry, eventually you’ll make it if you keep trying. Yeah!
di kamar satu, aku jadi paling cantik!!! hahaha.. Kumatt.. tadinya lagi ingetin anak-anak buat ikutan pembukaan makrab.. tapi jiwa model aku, nggak bisa bohong,.. hwkwkwk *ngaco lagi..
Etika, berasal dari bahasa Latin, berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila dan agama. Hal ini sangat perlu di kehidupan ekonomi masyarakat serta dalam melakukan sebuah bisnis.
Seperti kita ketahui sekarang-sekarang ini banyak terjadi penyimpangan terhadap usaha menengah kebawah contoh mudahnya yaitu penjual daging di pasar. Banyak sekali terjadi penyimpangan terhadap daging yang di jual seperti ;
~ daging sapi glogongan yaitu sapi sebelum di jual disuntikan air atau semacamnya yang kadang berakibat buruk bagi kesehatan kita.
~daging sapi yang di campur daging babi hutan yang sangat merugikan juga dari segi agama yang mengharamkan memakan daging babi.
Peristiwa terjadi diatas adalah sebagian kecil kejadian di kehidupan kita, hal seperti diatas sering terjadi dan itu sangat menyimpang dari etika bisnis yang sebenarnya dan dari sudut agama dan kesusilaan, dan kita sebagi konsumen patut melaporkan dan membantu membasmi para penipu-penipu tsb serta memilah-milah sebelum membeli barang yang kita inginkan.dan ingat kita sebagai konsumen harus mengikuti norma dan etika yang berlaku dengan ada keseimbangan yang positif dan bijak karna dengan seperti itu kita juga membantu menghilang bentuk pelanggaran norma dan etika paling tidak untuk diri kita klo membangun usaha sesuai dengan etika dan terhindar dari penyimpangan-penyimpagan yg merugikan konsumen serta citra buruk para penjual..
Bentuk akibat penyimpangan etika bisnis internal perusahaan antara lain terjadinya ketegangan diametris hubungan atasan dengan bawahan. Seperti diungkapkan di atas hal ini terjadi karena ketimpangan antara lain dalam proses penilaian kinerja, standar penilaian, dan perbedaan persepsi atasan-bawahan tentang hasil penilaian kinerja. Selain itu ukuran atau standar tentang karir sering tidak jelas.
Dalam hal ini pihak manajemen memberlakukan tindakan yang tidak adil. Mereka menetapkan nilai sikap, gaya hubungan kepada atasan, dan loyalitas kepada atasan yang tinggi lebih besar ketimbang nilai kinerja faktual karyawannya. Kasus lainnya adalah diterapkannya model nepotisme dalam penseleksian karyawan baru. Pertimbangan-pertimbangan rasional diabaikan. Termasuk dalam proses rekrutmen internal. Jelas saja mereka yang potensial tersisihkan. Pada gilirannya akan terjadi kekecewaan karyawan yang unggul dan kemudian keluar dari perusahaan. Dari contoh-contoh di atas maka tampak pihak perusahaan lebih mengutamakan kepentingan meraih keuntungan ketimbangan menciptakan kepentingan karyawan secara adil.
B.Rumusan Masalah
“Faktor-faktor penyebab penyimpangan dalam berbisnis serta bagaimanakah penyelesaian terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pelaku‑pelaku ekonomi, yang berkaitan dengan pasar modal dan etika serta komunikasi bisnis, selama ini” ?
C.Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah menjawab permasalahan yang sudah dirumuskan yaitu:
Untuk memberikan pemaparan tentang Faktor-faktor penyebab penyimpangan dalam berbisnis sertaPenyelesaian terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pelaku‑pelaku ekonomi, yang berkaitan dengan pasar modal dan etika serta komunikasi bisnis, selama ini.
BAB. II
PEMBAHASAN
Etika komunikasi dalam berbisnis mencakup tatanan nilai moral dan standar-standar perilaku yang harus dihadapi oleh para pelaku bisnis sewaktu mereka membuat keputusan dan memecahkan masalah. Akan tetapi, menentukan apa yang etis atau pantas atau tidak bukanlah hal yang selalu mudah dilakukan bagi perusahaan sebagai perilaku bisnnis. Jika bersikap kurang etis dapat merusak reputasi perusahaan, oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk menjalankan kode etik secara wajar dan konsisten.
Kode etik adalah pernyataan tertulis mengenai standar perilaku dan prinsip-prinsip etis yang diharapkan perusahaan dari karyawan.
Etika bisnis tidak terbatas hanya mengetengahkan kaidah-kaidah berbisnis yang baik (standar moral) dalam pengertian transaksi jual beli produk saja. Etika juga menyangkut kaidah yang terkait dengan hubungan manajemen dan karyawan. Apa karakteristik yang lebih rinci dari masalah deviasi etika bisnis seperti itu di dalam perusahaan? Yang paling nyata terlihat adalah terjadinya konflik atasan dan bawahan. Hal ini timbul antara lain akibat ketidakadilan dalam penilaian kinerja, manajemen karir, manajemen kompensasi, dan sistem pengawasan dan pengembangan SDM yang diskriminatif.
Semakin diskriminatif perlakuan manajemen terhadap karyawannya semakin jauh perusahaan menerapkan etika bisnis yang sebenarnya. Pada gilirannya akan menggangu proses dan kinerja bisnis perusahaan. Namun dalam prakteknya pembatasan sesuatu keputusan manajemen itu etis atau tidak selalu menjadi konflik baru. Hal ini karena lemahnya pemahaman tentang apa itu yang disebut etika bisnis, masalah etika, dan lingkup serta pendekatan pemecahannya.
Wujud dari masalah etika bisnis dapat dicirikan oleh adanya faktor-faktor:
(1) berkaitan dengan hati nurani, standar moral, atau nilai terdalam dari manusia,
(2) karena masalahnya rumit, maka cenderung akan timbul perbedaan persepsi tentang sesuatu yang buruk atau tidak buruk; membahagiakan atau menjengkelkan,
(3) menghadapi pilihan yang serba salah, contoh kandungan formalin dalam produk makanan; pilihannya kalau mau dapat untung maka biarkan saja tetapi harus siap dengan citra buruk atau menarik produk dari pasar namun bakal merugi, dan
(4) kemajemukan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan; misalnya apakah perusahaan perlu menggunakan teknologi padat modal namun dilakukan PHK atau padat karya tetapi proses produknya akan kurang efisien.
Berdasarkan hal itu setidaknya ada satu pertanyaan mendasar yang menggelitik pemikiran kita dan perlu dicarikan jawabannya, yaitu faktor apa yang membuat mereka melakukan berbagai bentuk pelanggaran dan penyimpangan dalam perdagangan tersebut. Atau apa penyebab para pedagang yang beragama kerap kali melanggar hal-hal yang dilarang oleh agama, seperti mengurangi timbangan, tidak fair dalam menawarkan barang dagangannya, tidak tepat janji, dan masih banyak hal yang menyebabkan citra sebagai pedagang menjadi tidak baik.
Dari hasil pengamatan dan penelitian peneliti, terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya penyimpangan dan pelanggaran dalam perdagangan sebagai berikut:
1. Pedagang karang mengenal psikologi pembeli/konsumen, unit usahanya kecil, bahkan mungkin harus membeli barang dagangannya dengan utang, biaya tinggi.
2. Pedagang kurang mengenal atau kurang menaati tuntunan agamanya, sehingga tidak mampu bersaing dengan unit usaha yang lebih besar.
3. Rendahnya pendidikan dan pengetahuan pedagang dan konsumen.
4. Budaya dan perilaku kasar
Konsumen yang keberadaannya sangat tidak terbatas, dengan strata yang sangat bervariasi menyebabkan para produsen (pedagang) dalam melakukan kegiatan pemasaran dan distribusi produk barang atau jasa dengan cara-cara yang seefektif mungkin agar dapat mencapai konsumen yang sangat majemuk tersebut.
5. Rendahnya tingkat pengawasan dan tidak tegaknya aturan hukum yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat pengawasan dari pihak yang berwenang.
6. Persaingan pasar
Naiknya harga BBM dan belum piliknya krisis ekonomi telah berimbas kepada rendahnya daya beli masyarakat. sehingga meningkatnya persaingan pasar. Para pedagang berebut pelanggan. Kondisi itu menyebabkan pedagang berupaya menjangkau dan mencari pelanggan sebanyak mungkin, sehingga segala upaya pun ditempuh, termasuk cara-cara curang dan amoral sekalipun.
(1) Ciptakan kepercayaan perusahaan. Kepercayaan perusahaan dalam menetapkan nilai-nilai perusahaan yang mendasari tanggung jawab etika bagi pemilik kepentingan.
(2) Kembangkan kode etik. Kode etik merupakan suatu catatan tentang standar tingkah laku dan prinsip-prinsip etika yang diharapkan perusahaan dari karyawan.
(3) Jalankan kode etik secara adil dan konsisten. Manajer harus mengambil tindakan apabila mereka melanggar etika. Bila karyawan mengetahui bahwa yang melanggar etika tidak dihukum, maka kode etik menjadi tidak berarti apa-apa.
(4) Adakan pelatihan etika. Workshop merupakan alat untuk meningkatkan kesadaran para karyawan
(5) Lindungi hak perorangan. Akhir dari semua keputusan setiap etika sangat bergantung pada individu. Melindungi seseorang dengan kekuatan prinsip morl dan nilainya merupakan jaminan terbaik untuk menghindari untuk menghindari penyimpangan etika. Untuk membuat keputusan etika seseorang harus memiliki:
a) Komitmen etika, yaitu tekad seseorang untuk bertindak secara etis dan melakukan sesuatu yang benar;
b) Kesadaran etika, yaitu kemampuan kompetensi, yaitu kemampuan untuk menggunakan suara pikiran moral dan mengembangkan strategi pemecahan masalah secara praktis..
(6) Lakukan audit etika secara periodik. Audit merupakan cara terbaik untuk mengevaluasi efektivitas sistem etika. Hasil evaluasi tersebut akan memberikan suatu sinyal kepada karyawan bahwa etika bukan sekadar gurauan.
(7) Pertahankan standar tinggi tentang tingkah laku, tidak hanya aturan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengatur norma dan etika. Akan tetapi, manajer bisa saja membolehkan orang untuk mengetahui tingkat penampilan yang mereka harapkan. Standar tingkah laku sangat penting untuk menekankan betapa pentingnya etika dalam organisasi. Setiap karyawan harus mengetahui bahwa etika tidak bisa dinegosiasi atau ditawar.
(8) Hindari contoh etika yang tercela setiap saat dan etika diawali dari atasan. Atasan harus memberi contoh dan menaruh kepercayaan kepada bawahannya.
(9) Ciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah. Komunikasi dua arah sangat penting, yaitu untuk menginformasikan barang dan jasa yang kita hasilkan dan menerima aspirasi untuk perbaikan perusahaan.
(10) Libatkan karyawan dalam mempertahankan standar etika. Para karyawan diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik tentang bagaimana standar etika dipertahankan.
Selain etika, yang tidak kalah pentingnya adalah pertanggungjawaban sosial perusahaan. Eika sangat berpengaruh terhadap tingkah laku individual. Tanggung jawab sosial mencoba menjembatani komitmen individu dan kelompok dalam suatu lingkungan sosial, seperti pelanggan, perusahaan lain, karyawan, dan investor. Tanggung jawab sosial menyeimbangkan komitmen-komitmen yang berbeda. Menurut Zimmerer, ada beberapa macam pertanggungjawaban perusahaan, yaitu:
1) Tanggung jawab terhadap lingkungan. Perusahaan harus ramah lingkungan, artinya perusahaan harus memerhatikan, melestarikan, dan menjaga lingkungan, misalnya tidak membuang limbah yang mencemari lingkungan, berusaha mendaur ulang limbah yang merusak lingkungan, dan menjalin komunikasi dengan kelompok masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya.
2) Tanggung jawab terhadap karyawan. Semua aktivitas manajemen sumber daya manusia seperti peneriman karyawan baru, pengupahan, pelatihan, promosi, dan kompensasi merupakan tanggung jawaab perusahaan terhadap karyawan. Tanggung jawab perusahaan terhadap karyawan dapat dilakukan dengan cara:
(a) Mendengarkan dan menghormati pendapat karyawan.
(b) Meminta input kepada karyawan.
(c) Memberikan umpan balik positif maupun negatif.
(d) Selalu menekankan tentang kepercayaan kepada karyawan.
(e) Membiarkan karyawan mengetahui apa yang mereka harapkan.
(f) Memberikan imbalan kepada karyawan yang bekerja dengan baik.
(g) Memberi kepercayaan kepada karyawan.
(3) Tanggung jawab terhadap pelanggan. Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pelanggan menurut Ronald J. Ebert (2000:88) ada dua kategori, yaitu
(1) Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas; dan
(2) Memberikan harga produk dan jasa yang adil dan wajar. Tanggung jawab sosial perusahaan juga termasuk melindungi hak-hak pelanggan.
BAB. III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Untuk memperkecil terjadi penyimpangan penerapan etika bisnis maka perusahaan perlu :
(a) mengenali respon orang terhadap suatu masalah ketika dihadapkan pada sesuatu yang dilematis dan ketidak-konsistenan, dan
(b) melihat etika bisnis dari resiko yang dihadapi seseorang apakah dengan keputusan personal ataukah keputusan sebagian besar orang lain ataukah pertimbangan keputusan berbasis kepentingan perusahaan yang lebih besar secara keseluruhan.